“Rey?”Lisa buru-buru menghapus air matanya dengan ujung lengan kemeja.Entah sudah berapa lama Rey berdiri di dekatnya. Dia mengenakan jaket hoodie dan celana training hitam. Tampaknya dia baru saja olahraga malam. Ada keringat kecil yang menetes di dahinya. Rambut tebalnya tampak sedikit basah.Tanpa meminta izin, Rey melangkah mendekat, ikut duduk di sebelah Lisa. “Tak apa, lanjutkan saja,” ucapnya pelan dengan nada santai.Lisa tersenyum kecil, membuang napas pelan. “Seharusnya kau tak datang dan menyapa jika ingin membiarkanku menangis.”Rey menoleh ke arahnya, menyunggingkan senyum jenaka. “That’s right. Astaga, seharusnya aku menahan diri,” ucapnya sambil menepuk pelan dahinya. “Maafkan saya, Bu CEO,” lanjutnya sambil membungkukkan badan, hormat pada Lisa.Lisa tertawa renyah. Suara tawanya terdengar di telinga Rey.Rey menatapnya hangat, ikut tersenyum. “Kau tertawa.”Lisa menarik nafas pelan. “Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya setelah tawanya mereda.Rey mengangkat bahu
Last Updated : 2026-07-25 Read more