POV Yudha“Perusahaanmu bergerak di bidang apa, Nak Yudha?” tanya wanita paruh baya itu, Ibu Karisha, menatapku penuh selidik. Tatapannya tajam, menilai.Aku gelagapan. Pipiku terasa memanas. Perusahaan? Aku hanya seorang sopir! Mana mungkin aku punya perusahaan? Pikiran kosong melulu. Aku tak tahu harus menjawab apa. Lidahku terasa kelu.“Emm, properti, Mi. Yudha punya beberapa cabang juga di luar negeri,” sambar Karisha cepat, menyelamatkan situasi. Suaranya terdengar begitu tenang dan percaya diri, seolah itu adalah kebenaran mutlak.Aku hanya bisa terdiam, menatap Karisha dengan perasaan campur aduk. Kebohongan ini terasa begitu nyata, begitu meyakinkan. Aku, yang hanya rakyat biasa, dibuatnya seolah-olah seorang pengusaha sukses. Situasi ini terasa begitu absurd, penuh dengan kepalsuan yang terselubung di balik kemewahan dan keramahan yang dibuat-buat. Rasa getir dan kekesalan mulai muncul, mencampuri rasa takut dan ketidakberdayaan yang selama ini kurasakan.Keheningan menyelim
Terakhir Diperbarui : 2026-10-05 Baca selengkapnya