Senyum merekah di wajahku saat memasuki halaman rumah. Langkahku yang tadinya ringan, seketika terhenti saat mataku menangkap motor Mas Yudha terparkir di teras. Detak jantungku berpacu, mengingatkan akan kabar gembira yang ingin kuberikan."Assalamu'alaikum, Mas," ucapku dengan nada riang, mencoba menyembunyikan debaran yang mulai terasa."Mas, Mas Yudha," panggilku lagi, langkahku tak terhenti. Aku melihat Mas Yudha duduk di ruang makan, sedang menikmati makanan di hadapannya.Ia mendongak, tatapannya penuh tanya. "Mas, aku sudah dapat pekerjaan," ucapku, suara bergetar mencoba menahan gembira yang ingin meledak. Aku mengharapkan senyum bahagia dari wajahnya, menanggapi kabar gembira ini.Akan tetapi, ekspresi Mas Yudha datar, hampir tak berubah. Ia malah kembali menunduk, melanjutkan makannya. Senyum di bibirku menghilang, tergantikan oleh kebingungan."Mas, kamu kenapa? Kamu tidak suka aku mendapat pekerjaan?" tanyaku, suaraku bergetar, mencoba mencari alasan di balik reaksi Mas Y
Last Updated : 2026-06-18 Read more