"Buka pintunya, Alina! Ini Tante Elena!"Gedoran pintu besi di lorong lantai dua belas Apartemen Menteng Heights itu berbunyi kencang berkali-kali. Suara melengking Bu Elena menerobos celah pintu, memecah keheningan ruangan yang sunyi dan berantakan.Di dalam kamar utama yang gelap dengan tirai terpasang rapat, Alina duduk bersimpuh di samping tempat tidur. Matanya sembap, lingkar hitam tebal menghiasi bawah matanya, dan wajah mewahnya yang biasa tampil sempurna kini pucat pasi bagai mayat."Alina! Kamu di dalam, kan?!" panggil Bu Elena lagi dari luar, nadanya mulai cemas. "Tante dapat kabar dari rumah sakit kamu ambil cuti seminggu tanpa alasan! Tante bawakan sup kesukaanmu ini!"Alina membeku di lantai, meremas kuat kain seprai dengan jemarinya yang gemetar. Napasnya tercekat di tenggorokan, dadanya bergemuruh hebat diserang ketakutan yang luar biasa.Tante Elena... batin Alina histeris, menyumbat mulutnya sendiri dengan telapak tangan agar tangisnya tidak pecah.Seandainya wanita p
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-31 อ่านเพิ่มเติม