"Bi Marni, belikan makan siang di kantin bawah saja, ya. Saya lapar sekali," panggil Dina pelan dari atas ranjang VIP nomor 801.Bi Marni yang sedang merapikan selimut di kaki Dina langsung mendongak, menyunggingkan senyum hangat. "Siap, Non Dina. Bi Marni belikan sup ayam hangat favorit Non, ya. Kebetulan Den Raka baru saja pamit rapat penting dengan klien Singapura jam satu ini."Dina mengangguk lemah, membetulkan posisi kepala berperban yang masih terasa agak pening. "Iya, Bi. Hati-hati di jalan, ya.""Siap, Non. Bi Marni usahakan tidak sampai lima belas menit!" pamit wanita paruh baya itu terburu-buru keluar, membiarkan pintu kamar berpelapis kayu jati itu tertutup rapat.Sepeninggal Bi Marni, hening yang mencekam menyelimuti kamar berpendingin udara tersebut. Suara konstan dari monitor detak jantung mengalun teratur. Dina memejamkan matanya, rasa kantuk yang berat melingkupi kesadarannya akibat pengaruh obat pereda nyeri dosis tinggi.Hanya dalam hitungan menit, engsel pintu berg
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-28 อ่านเพิ่มเติม