“Bencilah sebanyak yang kamu mau, aku akan tetap menunggu kamu membalas cintaku, Jeng. Aku nggak pernah main-main dengan perasaanku!” Sahut Jordy sambil menoleh padanya, menatap kedua mata Ajeng dengan tatapan mata lekat-lekat. Jordy bisa melihat kebencian tertanam begitu dalam di hati Ajeng dari tatapan mata Ajeng saat ini. Jordy menghentikan mobilnya tepat di depan lampu merah perempatan jalan.“Jangan harap! Aku tidak akan pernah membalas cintamu! Sampai kapanpun!” Sahut Ajeng ketus.“Fine, nggak masalah. Sepertinya Sabtu depan aku ingin jalan-jalan ke Jepara. Akhir pekan kantor desa tutup kan? Aku sama sekali nggak cemas, kamu balas syukur, nggak dibalas ya aku paksa sampai kamu mau balas!” Ujar pria itu sambil mengukir senyum pada bibir tipisnya. Mobil kembali melaju perlahan meninggalkan perempatan jalan.“Kamu!! Kamu mau ngapain ke Jepara?! Jangan macam-macam Jo! Aku nggak akan maafkan kamu kalau sampai kamu datang ke rumah orang tuaku!” Geram Ajeng seraya mengepalkan tangannya
Last Updated : 2026-08-07 Read more