Jordy merebahkan tubuh Ajeng di kursi belakang dalam mobilnya, pria itu membawa mobilnya meluncur pergi. “Aku pulangkan saja ke kosan? Atau aku bawa ke asramaku? Asrama pria, lalu apa yang harus aku katakan pada penjaga? Ah memusingkan sekali! Atau aku tunggu saja dia sampai bangun?” Jordy melajukan mobilnya, dia membawa ke tempat yang sepi lalu menepikan mobilnya dan memilih menunggu Ajeng tersadar dari pingsan.Pria itu membuka jendela mobil, sesekali dia menoleh ke kursi belakang. Ajeng tak kunjung terjaga dari tidurnya. Karena cemas, Jordy melepaskan jaketnya lalu dia melangkah ke kursi belakang untuk menutupi tubuh Ajeng.Tiba-tiba Ajeng membuka kelopak matanya, begitu melihat Jordy dia langsung memukulinya. “Aaaaaa! Kamu mau ngapain? Dasar pria kurang ajar! Pria jahat! Kamu pasti mau ngapa-ngapain aku kan?! Buak! Brukk! Jraak!” Ajeng terus memukulinya tanpa mau berhenti.“Akh, aduh! Jeng, sabar! Jeng! Akh! Sakit kepalaku, aduh!” Jordy melindungi kepalanya menggunakan kedua lenga
Last Updated : 2026-08-07 Read more