“Bukan kasihan,” sahut Mayaka, matanya menatap pantulan dirinya di monitor. “Kalau aku sebar ini sekarang, di saat kami baru saja putus, aku cuma bakal kelihatan kayak mantan yang hancur, gagal move on, dan dendam. Hans bisa saja memutarbalikkan fakta dan membuatku terlihat seperti pihak yang jahat dan histeris.” Mayaka menyandarkan punggungnya, senyum miring yang dingin kembali terkubur di wajahnya. “Aku mau keluar dari hubungan toksik ini dengan kepala tegak. Aku akan hancurkan mereka, tapi dengan cara yang elegan. Di saat mereka merasa sudah berada di puncak kemenangan, di situlah aku akan menarik karpet di bawah kaki mereka sampai jatuh terjungkal.” Hany tertegun, namun perlahan senyum kekaguman terbit di wajahnya. Ia akhirnya mengangguk paham. “Oke. Aku dukung kamu. Biarkan tikus-tikus itu menari dulu.” “Bener. Btw, thanks ya, Sis,” balas Mayaka diiringi senyum korporasi.Hany balas dengan senyum sampai sepasang matanya menyipit. Tepat setelah Hany menggeser kursinya kemba
Last Updated : 2026-06-18 Read more