Siska berhenti tepat di hadapan Mayaka. Senyum ramah menghiasi wajahnya ketika ia mengulurkan tangan.“Bagaimana kabarmu, Mayaka? Sudah lama sekali kita tidak bertemu.”Mayaka menyambut uluran tangan itu dengan sopan. “Baik, Bu Siska. Bagaimana dengan Ibu?”“Baik juga.” Siska melepaskan genggamannya, lalu mengamati wajah Mayaka dengan tatapan penuh selidik. “Oh, ya, aku dengar kamu masih bekerja di Rajawali Jaya Group. Sekarang sudah naik jabatan, bukan?”Mayaka mengangguk tipis. “Iya, saya sudah menjadi QC senior.”“Wah, hebat sekali!” seru Siska. Namun, nada suaranya terdengar lebih seperti basa-basi daripada pujian tulus. “Dulu, waktu aku masih menjadi atasanmu, kamu memang rajin. Sayang sekali, setelah aku dipindahkan ke divisi luar kota, kita jadi jarang bertemu.”Mayaka hanya membalasnya dengan senyum tipis.Dahulu, Siska merupakan salah satu atasannya yang cukup mengenal kehidupan pribadi Mayaka, termasuk kisah cintanya dengan Hans. Ketika masih bekerja di divisi yang sama, Sis
Última actualización : 2026-10-25 Leer más