Steve, asisten kepercayaan Raka, meneleponnya menjelang malam. Ada pesan dari Areta, ibu Raka, yang memintanya pulang untuk makan malam bersama di rumah.Awalnya, Raka berniat menolak. Namun, ia tahu betul ibunya bukan tipe orang yang mudah menyerah hanya karena satu kali penolakan. Pada akhirnya, ia tetap pulang, meski tak tahu agenda apa lagi yang sudah disiapkan perempuan itu untuknya.Begitu tiba di rumah dan duduk di meja makan, Raka baru menyadari bahwa makan malam kali ini sepertinya tidak akan berlangsung dengan tenang.Areta meletakkan sendoknya, lalu menatap putranya dengan mata berbinar. Senyum di bibirnya terlihat terlalu lebar untuk sekadar menyambut kepulangan anak sendiri.“Arka, kamu menyamar jadi teknisi supaya bisa dekat dengan calon menantu Mama, ya?”Raka yang baru saja hendak menyuapkan makanan langsung menghentikan gerakannya.“Apaan, sih, Ma?”“Ah, so sweet!” Areta merapatkan kedua telapak tangannya di depan dada. “Ah, so sweet! That’s so romantic, son! I love i
Last Updated : 2026-10-10 Read more