Zoey masih duduk di atas ranjang. Selimut tipis menutupi sebagian tubuhnya, sementara pandangannya kosong menatap ke arah pintu kamar mandi. Suara gemericik air terdengar samar dari balik pintu yang tertutup rapat. Dimitri masih berada di dalam, membiarkan keheningan memenuhi kamar yang beberapa saat lalu dipenuhi percakapan serius. Zoey menghembuskan napas pelan. Pikirannya kembali mengulang setiap kalimat yang diucapkan Dimitri. "Mulai hari ini, kau tidak sedang menghadapi mereka sendirian." "Biasakan mengandalkanku." Kalimat-kalimat itu terus terngiang di telinganya. Entah mengapa, setiap kali mengingatnya, ada sesuatu yang terasa hangat di dalam dadanya. Ia segera menggeleng pelan. "Tidak..." Ia tidak boleh membiarkan dirinya terbawa perasaan. Semua ini hanyalah kerja sama. Sebuah pernikahan yang lahir karena kepentingan masing-masing. Sejak awal, Dimitri hanyalah alat baginya. Pria itu memiliki kekuasaan, pengaruh, dan kemampuan untuk melindunginya. Sementara Zoey mem
Last Updated : 2026-06-30 Read more