ホーム / Mafia / Demi Dendam, Aku Menikahi Raja Mafia / Bab 25 — Bisikan di Balik Pintu

共有

Bab 25 — Bisikan di Balik Pintu

作者: Vyn
last update 公開日: 2026-07-01 20:15:36

"Zoey."

Suara Dimitri memecah lamunan yang sejak tadi menguasai pikirannya.

Zoey tersentak hingga hampir menjatuhkan garpu yang berada di tangannya.

"Hah? K-kenapa?"

Dimitri menatapnya beberapa saat. Sorot matanya tetap tenang, tetapi kali ini terselip sedikit rasa heran.

"Sejak tadi kau terlihat melamun."

Zoey buru-buru menggeleng.

"Tidak... hanya kurang tidur."

Dimitri tidak langsung percaya, tetapi ia juga tidak memaksa.

"Kalau begitu, setelah sarapan bersiaplah."

Zoey mengernyit. "Bersiap?
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Demi Dendam, Aku Menikahi Raja Mafia    Bab 49 — Luka yang Tak Pernah Sembuh

    Udara terasa lebih berat dari biasanya.Ruangan itu sempit dan sunyi. Sebuah meja memenuhi bagian tengah ruangan, dikelilingi beberapa kursi yang tidak tertata rapi. Di hadapannya, layar komputer menampilkan kumpulan data yang dikirimkan Victor.Lampu di langit-langit berkedip sesekali, menciptakan bayangan samar di sudut ruangan.Dimitri berdiri di dekat meja dengan wajah dingin yang sulit dibaca.Ia mengeluarkan sebatang rokok dari sakunya, menyelipkannya di antara bibir, lalu menyalakannya. Asap mengepul perlahan, memenuhi udara di sekitarnya.Pikirannya terus dipenuhi kejadian malam itu. Orang-orang yang mengejar mereka, pria misterius yang mengendalikan semuanya, serta kemungkinan bahwa musuh mereka memiliki hubungan dengan masa lalunya.Semakin ia memikirkannya, semakin banyak pertanyaan yang muncul tanpa jawaban.Dimitri mengembuskan napas panjang."Apakah semua ini benar-benar sepadan?" gumamnya pelan, nyaris tenggelam dalam kesunyian.Ia menundukkan kepala, menatap tangannya

  • Demi Dendam, Aku Menikahi Raja Mafia    Bab 48 — Di Antara Ketakutan dan Rasa Percaya

    Pintu rahasia itu akhirnya tertutup sepenuhnya.Suara alarm yang sebelumnya memekakkan telinga perlahan menghilang, digantikan oleh keheningan yang terasa asing.Dimitri berdiri diam di ujung lorong. Malam itu, ia tidak lagi mendengar suara langkah kaki, tembakan, ataupun suara orang-orang yang sedang mengejar mereka.Hanya suara napas. Dan suara langkah kaki mereka sendiri yang perlahan menjauh dari dunia yang baru saja mereka tinggalkan.Namun, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Dimitri menyadari satu hal—Berpindah tempat bukan berarti mereka benar-benar aman. Karena jika pria di balik layar itu benar-benar seseorang dari masa lalunya… maka mungkin bahaya terbesar bukanlah orang-orang yang sedang mengejar mereka. Melainkan rahasia yang selama ini berusaha dikubur oleh masa lalu.Dimitri terus berjalan menyusuri lorong sempit itu. Lampu-lampu kecil di sepanjang dinding menyala redup, menerangi jalan menuju ruang perlindungan di bawah tanah.Zoey berjalan di sampingnya. Bebe

  • Demi Dendam, Aku Menikahi Raja Mafia    Bab 47 Wajah di Balik Bayangan

    Suasana di dalam rumah mendadak berubah tegang.Tak seorang pun bergerak. Hanya suara napas mereka yang terdengar samar di antara bunyi alarm yang terus meraung. Lampu indikator berwarna merah berkedip tanpa henti, memantulkan bayangan di wajah mereka.Dimitri masih menatap layar monitor.Pria yang berdiri di depan gerbang itu tidak bergerak sedikit pun. Wajahnya tertutup bayangan topi, tetapi ketika kamera memperbesar gambar, kemiripannya dengan Dimitri terlihat semakin jelas.Terlalu jelas. Seolah-olah Dimitri sedang melihat dirinya sendiri dari masa lalu.Dimitri mengepalkan tangan. Ia tidak tahu siapa pria itu, tetapi ada sesuatu dalam sorot matanya yang terasa begitu familiar.Zoey berdiri beberapa langkah di belakangnya. Wajah gadis itu tampak pucat. Ia beberapa kali menatap layar, kemudian beralih kepada Dimitri."Dimitri..." suaranya terdengar pelan. "Siapa sebenarnya dia?"Dimitri tidak langsung menjawab.Tatapannya tetap tertuju pada monitor. "Aku belum tahu."Victor yang be

  • Demi Dendam, Aku Menikahi Raja Mafia    Bab 46 — Tamu di Tengah Malam

    Pintu rumah perlahan terbuka bahkan sebelum Dimitri sempat mengetuk.Seorang pria berusia sekitar enam puluh tahun berdiri di ambang pintu. Rambutnya telah memutih, tetapi sorot matanya masih setajam pisau. Tatapannya langsung jatuh pada Dimitri."Kau terlambat.""Jalanan sedikit ramai," jawab Dimitri tenang.Pria tua itu mendengus pelan. "Kalau masih bisa bercanda, berarti keadaanmu belum terlalu buruk."Barulah pandangannya beralih kepada Zoey."Jadi... ini gadis yang kau bawa."Zoey sedikit gugup. "Saya Zoey."Pria itu mengangguk singkat. "Masuklah. Berdiri di luar terlalu lama bukan ide yang bagus."Rumah itu tampak sederhana dari luar, tetapi bagian dalamnya jauh berbeda. Dinding dipenuhi rak buku tua. Beberapa monitor keamanan menampilkan gambar dari kamera yang terpasang di berbagai sudut halaman. Tak jauh dari ruang tamu terdapat sebuah ruangan dengan peralatan komunikasi dan komputer yang masih menyala.Zoey memperhatikan semuanya dengan heran. "Tempat ini...""Bukan rumah bi

  • Demi Dendam, Aku Menikahi Raja Mafia    Bab 45 — Di Balik Topeng Malam

    Petugas berseragam itu berdiri tepat di samping pintu mobil. Senyumnya tampak sopan, tetapi matanya terlalu dingin untuk seorang aparat yang sedang menjalankan pemeriksaan rutin."Silahkan turun, Tuan."Dimitri tidak segera bergerak. Ia justru menatap kartu identitas yang tergantung di dada pria itu beberapa detik lebih lama dari seharusnya."Lencana yang bagus," katanya datar.Pria itu tersenyum tipis. "Terima kasih.""Tapi sayangnya..." Dimitri memiringkan kepala. "Nomor registrasinya sudah tidak digunakan sejak tiga tahun lalu."Senyum di wajah pria itu menghilang.Dalam hitungan detik, Dimitri membuka pintu mobil dengan tenang lalu berdiri. Zoey yang masih duduk di kursi belakang menahan napas.Keheningan menyelimuti jalan itu. Beberapa pria berseragam lain mulai mengalihkan perhatian mereka ke arah Dimitri."Kalau kalian ingin menggeledah mobilku," ujar Dimitri santai, "setidaknya gunakan identitas yang lebih meyakinkan."Suasana langsung berubah tegang.Namun, pria yang berdiri

  • Demi Dendam, Aku Menikahi Raja Mafia    Bab 44 — Bayangan yang Mengawasi

    Peringatan anonim itu masih terpampang di layar ponsel Dimitri, seolah menjadi bayangan yang mengikuti mobil mereka menembus pekatnya malam."Jangan pernah buka flash drive itu... jika kalian masih ingin tetap hidup."Tak ada nama pengirim. Tak ada nomor yang bisa dilacak. Hanya sederet kata yang cukup membuat suasana di dalam mobil berubah mencekam.Zoey memecah keheningan lebih dulu. "Itu... ancaman?"Dimitri tidak langsung menjawab. Ia mengunci layar ponselnya, lalu menyandarkan tubuh ke jok belakang."Bukan sekadar ancaman," ucapnya tenang. "Itu peringatan."Zoey mengernyit. "Apa bedanya?""Ancaman dibuat untuk menakut-nakuti." Tatapan Dimitri tetap lurus ke depan. "Peringatan diberikan oleh seseorang yang tahu apa yang akan terjadi."Jawaban itu justru membuat Zoey semakin gelisah."Berarti... ada orang lain yang mengetahui kita berhasil mengambil flash drive itu?""Ada.""Padahal Dominic sendiri mengira kita pulang dengan tangan kosong.""Itulah yang membuat keadaan menjadi mena

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status