"General Victoria... Menteri Pertahanan luar sendiri yang memimpin operasi ini?!" seru Amanda dengan suara bergetar, senjatanya masih mengarah ke depan namun tangannya gemetaran kaget."Kau tidak salah lihat, Letnan Amanda," sahut General Victoria dengan nada suara yang sangat matang, berwibawa, dan tenang. "Aku harus turun tangan secara langsung untuk memastikan benih murni ini tidak jatuh ke tangan faksi lain.""Jadi seorang menteri pertahanan paruh baya bersedia mempertaruhkan nyawanya di garis depan hanya demi menangkapku?" tanya Rangga sambil melangkah maju satu cangkul, menatap lurus mata biru milik sang jenderal."Tentu saja, Rangga," pangkas General Victoria dengan tatapan mata yang awalnya dipenuhi oleh ketegasan dan kebencian. "Kau adalah ancaman sekaligus aset terbesar bagi keseimbangan dunia luar. Aku tidak bisa membiarkan tempat ini berdiri bebas tanpa kendali kami.""Tapi tempat ini bukan lagi tempat yang bisa kau kuasai dengan ancaman militer, Victoria," tegas Rangga sa
อ่านเพิ่มเติม