"Pintu utama sudah terkunci rapat, Rangga! Gerigi bajanya saling mengunci secara permanen!" seru Sakura nyaring samby menghantamkan katananya ke celah pintu besi tebal tersebut. Percikan api menyembur, namun pintu itu sama sekali tidak bergeming."Pasti ada jalur darurat lain untuk para pekerja fasilitas ini," potong Rangga cepat, matanya meneliti dinding baja yang mulai bergetar."Layar kontrol di sebelah kiri! Tadi aku melihat jalur pembuangan udara di bawah lantai!" pekik Lady Evelyn sambil menunjuk ke arah sudut meja komputer yang tertutup debu. "Jalur itu menembus langsung ke pelataran samping, tempat Maya menunggu!""Sakura, bantu aku membongkar pelat lantai di sana!" perintah Rangga tegas sambil melompat mendobrak meja kayu yang menghalangi jalan."Siap, Rangga!" sahut Sakura cepat, dengan sigap menancapkan ujung katananya ke celah pelat besi lantai, lalu mengungkitnya dengan sekuat tenaga.KRAKKK!Pelat besi lantai raksasa itu terangkat, memperlihatkan sebuah lorong sempit ber
Ler mais