Aku menunduk menatap benda di leherku, lalu cepat-cepat menoleh ke belakang.“Diam!” kata Pak Gio lirih, tanahnya sibuk memasangkan kalung yang kami beli tadi, di leherku.“Coba kamu lihat!” Pak Gio menuntunku ke arah cermin.Kami berdua menatap pantulan diriku di dalam cermin besar yang terpajang di ruangan ini. Pak Gio tersenyum kecil, dia terus memperhatikan leherku yang telah berhias kalung tersebut.“Pak Gio, bukankah kalung ini untuk kekasih Pak Gio? Kenapa Pak Gio memasangnya di leher saya?” tanyaku. Aku benar-benar tidak menyangka.Di belakang tubuhku, Pak Gio melempar senyuman manis yang bisa kulihat dari pantulan cermin. Jujur, melihat pemandangan seperti ini, membuat jantungku berdetak lebih kencang. Aku wanita normal, jika ada yang bertanya apakah aku tertarik pada lelaki ini? Jawabannya, tentu! Ya, aku tertarik, dia tampan, dia memiliki segalanya. Namun, hanya satu yang membuatku berpikir seribu kali untuk tertarik pada lelaki ini, dia pembunuh.Pak Gio tiba-tiba memutar
Última atualização : 2026-07-23 Ler mais