“A-apa? Mayat?”Aku bingung, apa yang terjadi? Tubuhku pun terasa basah, apalagi di bagian kepala.Aku menunduk menatap diriku sendiri, tempat di mana aku berada, serta tempat di mana aku duduk, tempat pemandian jenazah.“Apakah aku sudah mati?” gumamku.Tidak berselang lama, kulihat Gio berlari masuk. Wajahnya merah, matanya sembab seperti habis menangis.“Moza!”Lelaki itu berhambur memelukku, begitu dalam. Aku hanya bisa diam dalam kebingungan.“Aku pikir kamu benar-benar meninggalkanku, Moza. Maafkan aku, ini semua salahku!”Gio mengurai pelukan kami, beberapa kali dia menciumi keningku.“Apakah aku mati?” tanyaku. Gio lantas menangkup wajahku, sehingga pandangan kami saling bertemu.Gio menggeleng cepat. “Tidak! Kamu masih hidup. Lihatlah, aku ada di sampingmu! Kamu bisa merasakan aku, kan?”Aku masih linglung dengan keadaan ini. Aku menatap kosong. Tidak berselang lama dua orang pemandi jenazah yang sebelumnya berlari keluar, kini kembali, mereka berdua lantas segera menyelimuti
Última atualização : 2026-08-05 Ler mais