"Gia, kamu kenapa?" Ternyata Arka sudah berdiri di hadapannya. Wajah laki-laki itu berubah panik ketika melihat Gia yang pucat dengan napas tidak beraturan. Gia mencoba menjawabnya, namun tidak ada suara yang keluar. Arka langsung berjongkok di depannya. "Hei... lihat aku." Perempuan itu menatap Arka, tetapi matanya masih dipenuhi oleh bayangan masa lalunya. "Aku..." Gia masih berusaha menjawab dengan suaranya yang bergetar. "Aku... Aku nggak apa-apa." Arka menyentuh kedua bahu perempuan itu meminta Gia untuk sadar dan menatapnya. "Kamu bilang nggak apa-apa, tapi tanganmu gemetar," ujarnya sambil meraih gelas air di dekatnya, kemudian menyodorkannya kepada Gia. "Minum dulu!" Gia mencoba mengambilnya, tetapi jemarinya terlalu gemetar hingga gelas itu hampir terlepas. Arka lalu buru-buru menahannya. "Pelan-pelan," ucapnya dengan lembut. Untuk beberapa detik, Arka hanya diam, dia tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi dia tahu satu hal, Gia mungkin sedang ketakutan. Da
Last Updated : 2026-08-27 Read more