Pagi itu, Reyhan sudah bersiap meninggalkan hotel. Pertemuan dengan Ratna Pradipta menjadi hal paling penting baginya saat ini. Setelah puluhan tahun menyimpan rahasia, perempuan itu akhirnya bersedia memberikan penjelasan. Namun, ada satu hal yang membuat Reyhan gelisah. Nara juga menerima foto yang sama dengan dirinya. Ia tidak tahu siapa yang mengirimkan foto tersebut, apalagi alasan orang itu mulai menyeret Nara ke dalam persoalan keluarga Wiratama. “Mobil sudah siap, Tuan,” ujar Arga setelah masuk ke kamar. Reyhan memasukkan dokumen ke dalam tas. “Bimo sudah dihubungi?” “Sudah. Beliau akan menyusul dan mengawasi dari jarak tertentu. Sesuai permintaan Ratna, kita tidak membawa terlalu banyak orang.” Reyhan mengangguk. “Bagus. Aku tidak ingin pertemuan ini terganggu.” Sebelum berangkat, ia sempat membuka ponselnya. Tidak ada pesan dari Nara. Ia sebenarnya ingin menanyakan foto yang diterima perempuan itu, tetapi mengurungkan niatnya. Nara sudah meminta agar
Last Updated : 2026-11-05 Read more