Sejak malam di taman itu, sesuatu terasa berbeda, Arga berusaha mengabaikannya. Ia meyakinkan dirinya bahwa percakapannya dengan Nara hanyalah obrolan biasa. Tidak ada yang spesial. Tidak ada yang perlu dipikirkan berlebihan.Namun, semakin ia mencoba melupakan, semakin jelas bayangan wanita itu muncul di kepalanya. Senyum tipisnya, tatapan matanya yang menyimpan kesedihan dan cara Nara bertanya tentang cinta seolah ia sendiri sudah lama kehilangan harapan.Arga menghela napas panjang saat sedang mencuci mobil di garasi pagi itu, pikirannya kacau. Di satu sisi ada ibunya yang membutuhkan biaya operasi, di sisi lain ada harga diri yang terus menolak tawaran Reyhan. Lalu sekarang muncul masalah baru, perasaan yang seharusnya tidak ada. "Arga."Suara berat itu membuat tubuhnya menegang, ia langsung menoleh. Reyhan berdiri beberapa meter darinya, masih dengan setelan jas hitam yang sempurna, masih dengan wajah dingin yang sulit dibaca. "Tuan," ucal Arga pelan. "Ke ruang kerjaku sekara
Last Updated : 2026-06-25 Read more