ANMELDENDua ratus juta. Hamili Nyonya Nara." Suara Reyhan terdengar dingin dan tak terbantahkan. "T--Tuan, apa saya tidak salah dengar? Nyonya Nara adalah istri Tuan sendiri." Arga-- seorang sopir pribadi yang hidup dalam keterbatasan, menatap majikannya dengan wajah pucat. Ia tidak percaya dengan perintah yang baru saja didengarnya. Reyhan hanya menatap lurus ke depan. "Lakukan saja. Itu perintah." Demi sebuah kesepakatan yang tak masuk akal, Arga ditawari uang sebesar dua ratus juta rupiah untuk melakukan hal yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Di satu sisi ada Nara, wanita cantik yang terjebak dalam pernikahan tanpa cinta. Di sisi lain ada Arga, pria sederhana yang tak pernah membayangkan dirinya terseret ke dalam permainan berbahaya keluarga majikannya. Ketika rahasia, pengkhianatan, dan perasaan yang tak seharusnya muncul mulai mengusik hati mereka, Arga dan Nara harus memilih: mengikuti takdir yang dipaksakan, atau melawan konsekuensi yang mengancam menghancurkan hidup mereka. Seberapa jauh seseorang akan melangkah demi uang, cinta, dan kebebasan?
Mehr anzeigenHujan belum berhenti ketika Reyhan tiba di rumah Maya. Arga sudah menunggunya di dalam mobil. Wajahnya terlihat serius, sementara ponsel di tangannya masih menampilkan foto yang baru saja diterimanya. Begitu Reyhan membuka pintu mobil, Arga langsung menyerahkan ponselnya. "Ini yang saya terima." Reyhan menatap layar, foto itu memperlihatkan Damar berdiri di depan sebuah gedung tua. Di sebelahnya terdapat seorang pria yang wajahnya tampak jelas, Hendra Kusuma. Tidak mungkin salah. Reyhan pernah melihat foto Hendra dalam arsip perusahaan. Pria itu dinyatakan meninggal dua puluh tahun lalu. "Di mana foto ini diambil?" "Saya belum tahu." "Siapa yang mengirim?" "Nomor yang sama." Reyhan menghela napas. "Berarti dia ingin kita menemukan Hendra." Arga mengangguk. "Atau sengaja ingin menyesatkan kita." Reyhan menatap foto tersebut sekali lagi. "Kita harus mencari tahu."****Nara keluar dari rumah ketika mendengar suara mobil Reyhan. Ia terkejut melihat suaminya bersama Arg
Ruangan itu mendadak sunyi. Reyhan masih menatap layar laptop yang telah berubah gelap. Rekaman yang baru saja mereka lihat hanya berlangsung beberapa menit, tetapi cukup untuk mengguncang keyakinannya terhadap keluarganya.Arga berdiri beberapa langkah di belakangnya."Tuan..."Reyhan tidak menjawab, tangannya masih bertumpu di atas meja. Selama bertahun-tahun, ia percaya bahwa ayahnya adalah sosok yang keras, tetapi tetap menjunjung kehormatan keluarga. Ia tumbuh dengan keyakinan bahwa semua keputusan yang diambil ayahnya bertujuan melindungi perusahaan. Namun, rekaman itu memperlihatkan sisi yang berbeda. Ada sesuatu yang disembunyikan dan mungkin jauh lebih besar daripada dugaan mereka."Putar lagi."Arga menekan tombol dan rekaman vidio itu kembali berjalan. Wajah ayah Reyhan muncul di layar bersama beberapa orang. Suaranya terdengar samar, tetapi kalimat terakhir masih sangat jelas."Kalau Damar mulai bicara, pastikan dia tidak pernah kembali ke perusahaan."Rekaman berhenti, Re
Jarum jam menunjukkan pukul sembilan malam. Arga masih memandangi alamat yang tertera di layar ponselnya. Pesan misterius itu belum juga keluar dari pikirannya. Kalau ingin tahu siapa dalang semuanya, datanglah sendirian.Ia tahu itu bisa saja jebakan. Namun, jika benar ada seseorang yang mengetahui penyebab semua teror yang menimpa keluarga Wiratama, kesempatan itu terlalu berharga untuk diabaikan. Setelah berpikir beberapa menit, Arga akhirnya mengambil keputusan.Ia tidak akan datang tanpa persiapan. Diam-diam ia mengirimkan lokasi gudang itu kepada sahabat lamanya, Bimo, seorang polisi yang pernah tumbuh bersamanya di kampung. Pesan yang dikirimnya singkat."Kalau dalam satu jam aku tidak menghubungimu, tolong datangi lokasi ini."Beberapa detik kemudian, balasan masuk."Hati-hati. Jangan gegabah."Arga menghela napas lega, setidaknya kini ada seseorang yang mengetahui ke mana ia pergi. Gudang tua di kawasan pelabuhan tampak gelap dan sepi. Lampu-lampu di sekitar pelabuhan hanya
Pagi itu, suasana di rumah keluarga Wiratama jauh dari kata tenang. Sejak insiden pengejaran semalam, jumlah petugas keamanan ditambah. Beberapa mobil patroli tampak berjaga di sekitar gerbang utama, sementara setiap orang yang keluar masuk rumah diperiksa dengan ketat.Namun, semua pengamanan itu tidak mampu menghilangkan kegelisahan di hati Reyhan. Ia berdiri di depan jendela ruang kerjanya, memandang halaman rumah yang mulai diterpa cahaya matahari. Di atas meja tergeletak foto Damar, mantan kepala keamanan ayahnya. Nama yang selama belasan tahun menghilang tanpa jejak, kini kembali muncul bersamaan dengan rentetan ancaman terhadap keluarganya. Ketukan pelan terdengar. "Masuk." Arga memasuki ruangan. "Tuan, hasil penyelidikan sementara sudah keluar." Reyhan berbalik. "Ceritakan." "Tim keamanan berhasil menemukan tempat mobil yang mengejar kami semalam." "Lalu?" "Mobil itu ternyata kendaraan curian." Reyhan tidak terkejut, ia memang sudah menduga lawannya bekerja dengan s






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.