Beberapa saat kemudian, mobil Lunaya berhenti di depan gedung kantor milik Evano. Lunaya turun sambil membawa sebuah paper bag kecil berisi hadiah yang baru saja dibelinya.Dia mendongak menatap gedung tinggi di hadapannya."Semoga dia tidak sedang sibuk."Lunaya melangkah masuk. Begitu sampai di meja resepsionis, seorang wanita langsung menyambutnya."Selamat siang, Nona. Ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis tersebut yang kini sopan pada Lunaya. "Saya ingin bertemu dengan Evano.""Apakah Nona sudah membuat janji?"Lunaya menggeleng, dia memang belum mempunyai janji dengan laki-laki tersebut. Tetapi dia sudah bilang kalau akan datang ke sini. "Belum."Resepsionis itu tampak sedikit ragu.Namun sebelum dia sempat mengatakan sesuatu, sebuah suara terdengar dari belakang."Biarkan dia masuk."Lunaya langsung menoleh dan tersenyum, rupanya Evano berdiri beberapa meter dari mereka.Pria itu mengenakan kemeja putih dengan jas gelap. Wajahnya terlihat tenang, tetapi ada senyum tipi
Last Updated : 2026-09-06 Read more