Suara mesin monitor berdetak pelan di dalam ruangan rumah sakit yang terasa begitu dingin. Seorang wanita bernama Lunaya berbaring lemah di atas ranjang pasien. Tubuhnya kurus, wajahnya pucat, dan napasnya terdengar berat. Setiap tarikan napas terasa seperti perjuangan yang menyakitkan.Di luar jendela, hujan turun dengan deras, seolah langit ikut merasakan kesedihan yang selama ini ia pendam seorang diri.Perlahan, Lunaya menggerakkan kepalanya menoleh ke arah pintu kamar. "Dia tidak datang," lirihnya dengan pelan.Kosong, tidak ada siapa pun, tidak ada keluarga, tidak ada sahabat. Dan yang paling menyakitkan, tidak ada suaminya. Orang yang selama ini dia harapkan kehadirannya. Bahkan di sisa akhir dirinya sekarang. Sudah lima hari ia dirawat di rumah sakit karena penyakit yang terus menggerogoti tubuhnya. Namun selama itu pula, Edward tidak pernah datang menemuinya. Pria itu tidak peduli dengan keadaan dirinya sama sekali. Bibir Lunaya yang pucat membentuk senyum tipis penuh kepa
最後更新 : 2026-06-22 閱讀更多