Home / Romansa / Mengubah Takdir Lunaya / Bab 32 Lunaya Memikirkan Hadiah

Share

Bab 32 Lunaya Memikirkan Hadiah

Author: Manila Z
last update publish date: 2026-09-03 21:38:31

Setelah menutup pintu, Lunaya masih berdiri beberapa saat di belakangnya. Dia mengembuskan napas panjang.

Kejadian dengan Selena tadi memang membuatnya kesal, tetapi ada satu hal lain yang justru terus memenuhi pikirannya.

Evano.

Lunaya kembali teringat perkataan Selena.

Ternyata selama ini Evano diam-diam membantu menghilangkan berita buruk tentang dirinya.

Tanpa memberitahunya. Tanpa meminta balasan apa pun.

Lunaya mengambil ponselnya dan membuka beberapa situs berita.

Dia terdiam.

Berita-ber
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 74 Liontin Bulan Sabit

    Lunaya masih memandangi foto yang dikirimkan oleh nomor misterius itu.Liontin berbentuk bulan sabit yang terlihat di sudut foto membuatnya terus berpikir. Dia merasa pernah melihat benda serupa sebelumnya, tetapi ingatannya belum cukup jelas untuk memastikan siapa pemiliknya.Dia mencoba mengingat satu per satu orang yang pernah ditemuinya bersama Evano.Namun, semakin keras dia berpikir, semakin sulit pula menemukan jawabannya."Di mana aku pernah melihatnya?" gumam Lunaya.Dia memperbesar foto tersebut sekali lagi, berharap menemukan petunjuk lain. Sayangnya, kualitas foto yang kurang baik membuatnya kesulitan melihat detail liontin itu.Akhirnya, Lunaya menyerah.Dia mengambil ponselnya dan membuka percakapan dengan Evano.Jarinya bergerak mengetik sebuah pesan.Lunaya: Evano, kamu sedang sibuk?Tidak sampai satu menit, balasan langsung muncul.Evano: Tidak. Ada apa?Lunay

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 73 Liontin Berbentuk Sabit

    Keesokan paginya, Evano tiba di kantornya lebih awal dari biasanya. Begitu memasuki ruang kerja, dia langsung meminta asistennya datang."Bagaimana hasil penyelidikannya?"Asistennya meletakkan sebuah map di atas meja."Kami sudah menemukan alamat perusahaan yang berkaitan dengan pria dalam foto tersebut, Pak. Bangunannya memang sudah lama tidak digunakan.""Bagaimana dengan pemiliknya?""Kami masih menelusuri identitasnya. Namun, ada sesuatu yang menarik."Evano mengangkat wajah."Apa?"Asistennya membuka map itu dan mengeluarkan beberapa lembar dokumen."Lima tahun lalu, perusahaan tersebut mengalami masalah keuangan beberapa minggu sebelum kejadian yang menimpa Anda."Evano mengerutkan kening."Lanjutkan.""Sebagian besar aset perusahaan dipindahkan ke pihak lain. Anehnya, transaksi tersebut tidak tercatat secara lengkap dalam dokumen yang kami temukan.""Siapa pih

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 72 Kebenaran Yang Tersembunyi

    Lunaya masih menatap layar ponselnya ketika pesan terakhir itu kembali dibacanya.Jika kamu benar-benar ingin membantu Evano, datanglah ke alamat yang kukirimkan tadi malam. Datanglah sendiri. Ada sesuatu yang harus kamu ketahui tentang pria yang dicintai Evano."Pria yang dicintai Evano?" Lunaya mengernyit.Kalimat itu terdengar aneh. Namun, yang membuatnya semakin penasaran adalah bagaimana pengirim pesan tersebut mengetahui bahwa dirinya memiliki hubungan dekat dengan Evano.Apakah orang itu hanya menganggap hubungan mereka sebagai hubungan kontrak?Atau justru mengetahui sesuatu yang selama ini belum pernah diceritakan Evano kepadanya?Lunaya meletakkan ponselnya di atas meja, lalu berjalan mondar-mandir di ruang tengah.Dia tahu Evano sudah memperingatkannya agar tidak pergi sendirian. Pria itu bahkan sudah meminta asistennya menyelidiki alamat yang dikirimkan oleh orang misterius tersebut. Namun, sampai kapan dia harus menun

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 71 Pesan Tersembunyi

    Sementara itu, di tempat lain... Karina sedang duduk di ruang kerjanya ketika ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak tersimpan dalam daftar kontaknya. Awalnya, dia tidak terlalu memperhatikan pesan itu. Namun, begitu membuka lampirannya, wajahnya seketika berubah pucat. Foto yang terpampang di layar memperlihatkan Evano dan dirinya berdiri di depan sebuah rumah sakit lima tahun lalu. Di belakang mereka berdiri seorang pria yang wajahnya sengaja dicoret. Karina langsung bangkit dari kursinya. "Bagaimana mungkin?" Tangannya bergetar ketika dia memperbesar foto tersebut. Dia mengenali tempat itu. Dia juga mengenali pria yang berdiri di belakangnya. Pria yang selama lima tahun terakhir berusaha dia lupakan. Pria yang seharusnya tidak pernah muncul kembali dalam kehidupan mereka. Ponselnya kembali berget

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 70 Rahasia Mulai Terbuka

    Lunaya masih memandangi alamat yang dikirimkan oleh nomor tidak dikenal itu.Sebuah alamat yang mengarah ke bangunan tua di pinggiran kota.Dia tidak tahu siapa yang mengirimkan pesan tersebut. Namun, jika orang itu benar-benar mengetahui sesuatu tentang masa lalu Evano, Lunaya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mencari tahu.Sayangnya, Evano sepertinya bisa membaca pikirannya dengan mudah."Jangan berpikir untuk pergi ke sana diam-diam."Lunaya yang masih memegang ponsel langsung mengangkat wajah."Aku bahkan belum mengatakan apa-apa.""Kamu memang belum mengatakannya, tetapi wajahmu sudah menjelaskan semuanya."Lunaya mengembuskan napas pelan."Evano, aku hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi lima tahun lalu.""Dan saya juga ingin mengetahuinya. Bedanya, saya tidak akan membiarkan kamu mempertaruhkan keselamatanmu demi mencari jawaban.""Tapi bagaimana kalau orang itu tidak mau berbicara denganmu?"Evano menatapnya tajam."Kalau begitu, kita cari cara lain.""Bagaimana k

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 69 Mulai Curiga

    Evano masih menatap foto di layar ponsel Lunaya. Wajahnya yang biasanya tenang kini terlihat kaku. Lunaya memperhatikan perubahan itu dengan saksama. "Evano?" Pria itu tidak menjawab. "Siapa dia?" Evano akhirnya mengangkat wajah. "Orang yang seharusnya sudah tidak ada." Lunaya mengernyit. "Maksudmu... dia sudah meninggal?" Evano mengangguk pelan. "Setidaknya, itu yang saya percaya selama ini." Lunaya kembali melihat foto tersebut. Pria itu berdiri beberapa langkah di belakang Evano dan Karina. Walaupun wajahnya dicoret, bentuk tubuh dan pakaiannya masih terlihat jelas. "Kalau dia sudah meninggal, bagaimana mungkin seseorang mengirim foto ini?" "Itulah masalahnya." Evano mengambil ponsel Lunaya dan memperbesar foto tersebut. Dia memperhatikan latar belakangnya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status