Lunaya menatap dirinya ke arah cermin, hari yang cerah untuk dirinya karena sekarang dia akan memulai kembali kehidupan dirinya. Nomor Edward sudah dia blokir karena pria itu terus menghubungi dirinya, termasuk dengan Selena yang pura-pura peduli padanya, padahal dia tahu kalau dibalik semuanya adalah ulah wanita itu. Sampai kemudian, ponsel milik Lunaya berdering. Dia melihat nomor yang tertera di sana, rupanya adalah Evano. "Pria itu..."Dengan sangat cepat, akhirnya Edward memutuskan untuk mengangkat telepon dari orang tersebut. "Hallo.""Kamu sudah siap? Apa mau supirku yang jemput?" tawar Evano. Lunaya tahu kalau pria itu sangat baik dan perhatian, tetapi dia akan datang sendiri ke kantor pria itu. "Tidak usah, aku bisa sendiri ke sana.""Kamu yakin?" tanya Evano. "Tentu saja, bukannya kamu sendiri yang bilang akan mengundang para media, akan lebih bagus kalau aku datang sendiri ke sana, tetapi ingat kalau kamu harus menyambut kedatanganku nanti," saran Lunaya sambil terse
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-20 Mehr lesen