"Nastusya, kemarilah!" panggil Dimitri—mengabaikan keangkuhan Lusia.Anastasia menarik napas pendek, untuk menekan gemuruh di dadanya, sebelum akhirnya melangkah maju.Ketika jarak mereka terkikis, telapak tangan besar Dimitri mendarat di punggungnya—sebuah sentuhan hangat yang seharusnya menenangkan itu terasa seperti dorongan ke tengah medan perang."Perkenalkan, Papa, Mama. Dia adalah istriku. Namanya Anastasia Volkova," ucap Dimitri tegas.Jantung Anastasia seakan berhenti berdetak. Dimitri menyebut istri di depan orang tuanya, terlebih dengan menambahkan Volkova di belakang namanya.Meski Lusia tampak tidak menyukainya, Anastasia tetap berusaha tersenyum sambil mengulurkan tangan kanannya. "Selamat datang—"Kalimat Anastasia terputus. Alih-alih merespon uluran tangannya, Lusia malah membuang muka. Beruntung sekali, Ivan menyambut uluran tangannya dan bersikap lebih bersahabat terhadapnya."Senang berkenalan denganmu, Nak. Kamu boleh memanggil kami dengan sebutan Mama dan Papa, sep
Last Updated : 2026-07-20 Read more