“Selamat malam, Malysh.”Suara Dimitri terasa dingin dan menusuk di telinga Anastasia.Langkah Anastasia terhenti. Jemarinya yang semula menggenggam tali tas perlahan mengencang. Dia tidak menyangka akan menemukan Dimitri di sana—menunggunya di teras. Lidah Anastasia kelu saat menjawab dengan suara yang sangat pelan, “Selamat malam..., Ivanovich.”Tangan Dimitri mengepal.'Ivanovich'Hanya satu kata, tapi panggilan itu seperti menyulut bara di dalam dada Dimitri.Sejak tadi dia sudah berusaha menahan amarah saat melihat Anastasia berjalan bersama Alexei. Bahkan ketika tangan mereka saling bergandengan, Dimitri memaksa dirinya untuk tetap duduk dan tidak merangsek ke arah mereka.Sekarang, perempuan yang pernah memanggilnya Dima justru berdiri di hadapannya dan menyebut namanya dengan nada sedingin es.“Sepertinya, kamu dekat sekali dengan dokter itu,” ujar Dimitri, tidak lagi bisa menahan rasa cemburunya.Anastasia tidak langsung menjawab.Dia hanya menatap pria di hadapannya dengan a
Last Updated : 2026-08-13 Read more