Keesokan harinya, Alana tiba kembali di lingkungan kampus bersama Kara. Suasana pagi yang sejuk terasa berbanding terbalik dengan detak jantungnya yang tak tenang. Sebelum sempat membuka pintu mobil, suara berat dan tegas itu terdengar di telinganya. “Jangan berani-berani bersikap manis atau genit pada siapa pun. Langsung masuk kelas, tidak berhenti di mana-mana.” Alana hanya mendengus pelan tanpa menjawab, lalu segera turun sambil menoleh sekilas ke arah mobil sebelum menutup pintu. Di seberang jalan, Tiara dan Ayu sudah berdiri menunggu dengan senyum yang terlihat penuh curiga. “Duh, lihat siapa yang datang! Pengantin baru baru berani muncul lagi ke kampus,” seru Tiara sambil menahan tawanya, matanya meneliti setiap inci wajah dan leher Alana. “Kayaknya benar-benar mengejar tayang ini mah,” sambung Ayu sambil menyeringai jahil. “Tiap hari terus-menerus digas sama pak suami, iya kan? Sampai tak sempat menampakkan diri ke sini.” “Ish, kalian bicara sembarangan saja! Aku sama seka
Last Updated : 2026-08-20 Read more