Gairah Di Balik Dendam

Gairah Di Balik Dendam

last updateLast Updated : 2026-08-14
By:  Cubby Updated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
10views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

— Tidurlah bersamaku malam ini! Suara berat Askara berbisik, membuat Alana terperanjat. — Apa kamu sudah gila? Suara Alana bergetar karena terkejut. — Jangan Munafik. Sebutkan saja tarifmu untuk menemaniku malam ini! Ujar Askara Javindra dengan tatapan penuh penghinaan.

View More

Chapter 1

Bab 1 Ancaman di Koridor Kampus

“Tidurlah bersamaku malam ini!”

Suara berat dan rendah itu berbisik tepat di telinganya, membuat Alana tersentak hebat hingga mundur selangkah dan punggungnya menabrak dinding. Jantungnya berpacu cepat—bukan karena senang, melainkan karena terkejut dan takut.

“Apa kamu sudah gila? Berani sekali berbicara tidak sopan padaku?” suaranya bergetar, matanya menatap tajam namun tak bisa menyembunyikan kegugupan. “Ini di lingkungan kampus, orang bisa melihat!”

Askara malah tersenyum miring, tatapan matanya yang gelap menyapu seluruh wajah dan tubuh Alana seolah sedang menilai benda miliknya. Ia kembali melangkah maju hingga tak tersisa ruang gerak sedikit pun.

“Jangan bersikap seolah paling suci,” ucapnya dingin dan penuh nada merendahkan. “Sebutkan saja tarifmu untuk menemaniku malam ini. Berapa pun jumlahnya, aku sanggup membayarnya lunas. Bahakan melebihi bayaran sugar Daddy mu.”

Alana merasa wajahnya terbakar menahan marah dan terkejut. Ia mengepal kedua tangannya di samping tubuh. Tidak terima dengan ucapan penghinaan dari seorang Askara Javindra.

“Kamu mengira aku ini apa? Barang dagangan yang bisa dibeli sesuka hatimu di mana saja, bahkan di sini?” bentaknya pelan namun tegas.

Askara tertawa pendek, lalu tangannya terulur menekan perlahan dagu Alana agar menatap tepat ke matanya. Lalu tersenyum remeh, sudut bibirnya terangkat penuh penghinaan.

“Kau memang barang dagangan lebih tepatnya barang murahan...”desis Kara tersenyum merendahkan.

“.... Dan satu hal—jangan bersikap seolah suci di hadapanku. Aku sudah tahu segalanya: kau ini hanya sugar baby , wanita simpanan pria kaya, Bagaimana kalau satu kampus sampai Rektor sendiri mengetahuinya? Beasiswamu akan segera dicabut, dan tak hanya itu, kau akan dikeluarkan seketika dari sini.”

Ancaman itu terlontar dingin, disertai senyum menyeringai yang membuat bulu kuduk meremang.

Alana mengangkat wajahnya,dia semakin tercengang dengan apa yang dikatakan oleh Askara yang begitu lancang. Alana semakin mengepalkan tangannya menahan emosi.

“Apa maksudmu? Siapa yang disebut sugar baby? Dan kenapa kamu tiba-tiba menuduh....”

“Tak perlu munafik, Alana Aurelia. Aku sudah tahu kelakuanmu bersama pria tua di luar sana. Perlu kusebarkan bukti nyatanya ke seluruh orang di sini?”

Kebingungan makin menyelimuti hati Alana. Dengan kasar ia menepis keras tangan yang masih menahan wajahnya.

“Dasar sakit jiwa! Tidak waras!” bentaknya tegas.

Tanpa menunggu jawaban lagi, ia segera berbalik dan berlari menjauh, menjauhi sosok yang tiba‑tiba menyeret namanya ke dalam fitnah yang tak pernah ia lakukan.

Langkah Alana baru saja menjauh, saat rahang Askara mengeras hebat. Wajahnya yang semula dingin kini memerah menahan amarah yang meledak seketika. Ia tak pernah dibantah, apalagi ditolak dan dihina sedemikian rupa.

“Jangan harap kau bisa lari begitu saja!” teriaknya parau, bergema di koridor yang mulai sepi.

Ia melangkah lebar mengejar, dalam sekejap sudah kembali menahan lengan Alana dengan cengkeraman kuat hingga gadis itu tersentak berhenti.

“Kau kira kau siapa sampai berani menolak ajakan ku yang tidak semua wanita seberuntung dirimu, bahkan kau lancang memaki ku?” desis Askara tepat di telinganya, matanya menyala marah bercampur rasa tak terima. “Belum pernah ada satu pun wanita yang berani menolakku— bahkan diluar sana mereka mengemis ingin tidur denganku dan kau malah menolak?”

Alana menoleh pelan, matanya menyapu tajam ke arah lawan bicaranya. “Kalau begitu, ya lakukan saja sama wanita yang memang menginginkanmu,” jawabnya tegas, suaranya bergetar sedikit. Dia menahan amarah yang mulai membara di dadanya.

Tapi Askara tak mau kalah. Suaranya berubah menjadi dingin, berbisik menantang di ceruk leher Alana. “Tapi , Malam ini aku menginginkan mu, Alana Aurelia. Kau sudah berani padaku, berarti kau yang harus siap menanggung akibatnya.”

Tatapan mereka bertemu, beradu, seperti medan perang tanpa kata-kata lagi.

Ia memutar tubuh Alana hingga berhadapan langsung, jarak mereka nyaris tak tersisa.

“Kau pikir lari bisa membebaskanmu? Mulai detik ini, kau benar‑benar menjadi milikku. Tak peduli kau setuju atau tidak, aku akan membuktikan bahwa kau takkan pernah bisa lepas dari genggamanku—termasuk membersihkan atau mengotori namamu sesuka hatiku.”

Alana menatap tak percaya, rasa takut bercampur marah menggelora di dadanya. Ia berusaha melepaskan lengan yang mencengkeram erat, namun kekuatan Askara jauh lebih besar.

“Lepaskan! Kau benar-benar gila!” teriaknya pelan agar tak terdengar terlalu jauh, namun suaranya bergetar hebat.

Askara malah makin mendekat, napasnya yang panas menerpa wajah Alana. Wajahnya masih merah padam menahan amarah yang belum reda.

“Gila? Kau baru akan melihat seberapa gilaku kalau terus melawan,” desisnya tajam. “Kau pikir dengan lari dan memaki, semuanya selesai? Belum, Alana. Aku belum mengizinkanmu pergi.”

Ia menarik lengan gadis itu hingga terpaksa berjalan kembali mendekat ke dinding koridor yang makin sepi.

“Dengar baik‑baik: Nanti malam tidur dengaku, kau sudah harus ada di hotel Vindra nomor 134. Kalau sampai terlambat atau tak datang… bukti yang kubawa akan langsung sampai ke meja rektor. Beasiswamu, nama baikmu, semuanya akan hancur sekejap.”

Alana menelan ludah susah payah, matanya berkaca‑kaca namun berusaha tetap tegar. “Apa sebenarnya yang kau inginkan dariku? Aku tak pernah berbuat salah padamu.”

Sudut bibir Askara terangkat menyeringai dingin. “Kau tak perlu tahu alasannya sekarang. Yang penting: mulai detik ini, setiap langkahmu diawasi. Tak ada tempat untuk bersembunyi dariku.”

“Dan jadilah jalang untuk seorang Askara Javindra!'

Ia melepaskan cengkeraman secara tiba‑tiba hingga Alana terhuyung mundur.

“Pergilah. Tapi ingat—jangan coba‑coba menipu atau melanggar perintahku. Aku selalu tahu di mana kau berada.”

Alana tak berani menjawab lagi, segera membalikkan tubuh dan berlari sekuat tenaga meninggalkan koridor itu, jantungnya berdebar kencang seolah ada mata yang terus mengikutinya dari belakang.

Sementara itu, Askara masih berdiri di tempatnya, menatap punggung yang menjauh dengan pandangan yang makin gelap dan tak terlepas.

“Kau pikir bisa menolak seorang Askara Javindra? Tunggu saja sampai kau benar‑benar terperangkap sepenuhnya di tanganku,” gumamnya pelan, penuh tekad yang tak tergoyahkan.

Tubuh Alana masih bergetar hebat menahan ketakutan. Ia tak pernah menyangka nasibnya seburuk ini— mendapatkan ancaman langsung dari Askara, pria yang paling ditakuti dan dijuluki bad boy kampus tempat ia kuliah. Padahal meski satu kelas, ia sama sekali tak pernah menyapa atau sekadar bertukar kata dengannya sebelumnya.

“Tuhan… kenapa tiba‑tiba dia mengancamku? Dan tadi… dia menuduhku sebagai sugar baby? Dari mana asal kabar tak berdasar itu?” gumam Alana dalam hati sambil terus berlari menuju mobil mewah yang sudah terparkir menunggunya.

Di kejauhan, di balik tiang koridor, mata Askara menatap tajam dan gelap. Ia mengenal betul plat nomor serta lambang di kendaraan itu—tak lain adalah mobil milik Jayden Javindra ayah dari Kara.

“Kurang ajar berani sekali dia merayu Daddy ku… Awas saja kau, Alana,” desisnya pelan sambil mengepal tangan erat, amarah dan kecurigaan makin menumpuk di dada.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status