Napas di seberang sana perlahan memburu, terdengar parau dan bercampur rasa sakit.Namun, Nadine seolah menutup telinga, pura-pura tak mendengarnya sama sekali."Dalam hubungan ini, kamu selalu minta alasan. Bahkan kalau jawabannya udah aku taruh di depan mata, kamu tetap nggak mau lihat. Jadi, akar dari semua masalah ini cuma satu. Kamu nggak peduli."Karena ketidakpedulian itulah, Arsen bisa berselingkuh dengan begitu bebas tanpa memikirkan perasaannya, membiarkan Saskia menginjak-injak harga dirinya, dan membiarkan Nadine berulang kali menerima rasa sakit yang seharusnya tidak perlu dia rasakan."Jadi, alasan kita cerai, kamu pasti udah tahu jawabannya, 'kan?""Arsen, karena kita udah cerai, seharusnya kita nggak perlu berhubungan lagi."Selesai bicara seperti itu, Nadine hendak menutup telepon, tetapi Arsen di seberang sana buru-buru memohon dengan panik."Nggak, nggak, Nadine, kamu nggak bisa kayak gini. Kita ketemu sekali aja, ya? Tolong ...."Dalam ingatan Nadine, Arsen sangat j
Read more