Begitu pintu mobil tertutup rapat, Xander langsung memberikan perintah kepada sopir pribadinya tanpa basa-basi. “Ke rumah Mama saya.” Suaranya terdengar begitu datar, berat, dan dingin.Jenny menghela napas pendek mendengar keputusan sepihak itu, namun ia tetap memilih untuk tidak bersuara. Wajahnya tampak sangat pucat dan lelah.Dengan gerakan lemas, ia menyandarkan kepalanya ke bantalan kursi mobil.Entah mengapa, secara tiba-tiba kepalanya terasa begitu berat, disertai dengan rasa mual luar biasa.Jenny meremas dress nya, berusaha sekuat tenaga menahan rasa sakit dan gejolak di perutnya itu, lalu memilih memejamkan matanya rapat-rapat sepanjang perjalanan.Setibanya di kediaman mewah keluarga besar mereka, Xander langsung melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah kaki yang kasar.Gebrakan pintu dan raut wajahnya seketika membuat para pelayan di rumah itu tersentak kaget dengan kepulangan mendadak mereka yang tanpa kabar.Dari arah ruang tengah, Rosa berjalan mendekat. “Lho, kal
Last Updated : 2026-08-31 Read more