“Hmm” desis Jenny lirih sambil mengedipkan matanya pelan.Matahari sudah menyelinap masuk melalui celah gorden. Meski hari sudah terang, tidak ada satu pun dari mereka yang berniat untuk beranjak dari ranjang. Mereka masih bergelung di balik selimut, menikmati sisa-sisa kehangatan semalam.Jenny mendadak bergerak, menempelkan wajahnya ke dada bidang Xander sambil mengerluarkan suara manja.“Sayang…badanku sakit semua, capek banget karena semalam,” rengek Jenny, suara masih serak dan parau. “Tapi aku lapar banget sekarang.”Mendengar keluhan istrinya, Xander justru tertawa. Matanya tetap terpejam erat, seolah enggan diganggu, dan sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah atas apa yang terjadi semalam. Ia justru semakin mempererat pelukannya pada pinggang Jenny, menahan wanita itu agar tidak bergerak kemana-mana.Kesal karena respons santai suaminya, Jenny mulai bergerak heboh. Ia melepaskan diri dari dekapan Xander, lalu mengguncang-guncah bahu pria itu.“Bangun, Xander! Beliin aku s
Last Updated : 2026-08-27 Read more