Jenny berdiri dengan wajah pucat. "Kamu tahu dari mana soal tanggal itu, Vero?" tanya Jenny sekali lagi. Vero langsung panik. Gadis itu menutup rapat bibirnya, merutuki kecerobohannya sendiri. Bagaimana bisa mulutnya bergerak lebih cepat daripada otaknya? "Vero. Aku tanya, kamu tahu dari mana tanggal itu?" Kali ini nada suara Jenny jauh lebih tinggi, menuntut jawaban mutlak. "Em... aku..." "Kamu menyelidiki masa laluku?" "Enggak! Enggak, Ci, sumpah!" Vero buru-buru mengacungkan dua jarinya, membentuk tanda damai ke arah Jenny. "Jangan bohong!" Vero adalah tipe orang yang paling payah dalam berbohong. Wajahnya seketika terlihat sangat gugup. Ia meremas ujung jarinya sendiri dan terus berusaha menghindar dari tatapan mengintimidasi milik Jenny. Jenny menghapus sisa air mata di pipinya dengan kasar. "Vero, jawab aku!" bentak Jenny tidak sabar. "Aku... aku tahu dari orang lain, Ci." "Siapa?" "Eee... itu..." Semakin Vero berusaha menjawab, semakin ketahuan bahwa ia sedang menyemb
Last Updated : 2026-07-08 Read more