Mereka bergerak seperti itu cukup lama. Mesra, hangat, penuh kasih. Sampai di salah satu hentakan yang lebih dalam, Kirana tiba-tiba menahan pinggul Rian dengan kedua tangan.“Rian ... tunggu.”Rian langsung berhenti, napas masih memburu. “Sakit? Lecet lagi?”Kirana menggeleng. Wajahnya memerah, bukan hanya karena nafsu. “Bukan ... aku mau jujur. Ada sesuatu yang aneh ... dan mesum banget di kepalaku.”Rian mengernyit, masih di dalam. “Waduh ... serius nih? Bilang aja, Kirana sayang.”Kirana menarik napas dalam. Jari-jarinya mengelus dada Rian, seolah mencari keberanian. “Sejak bebas dari Bima ... aku sering berfantasi. Bukan fantasi biasa. Aku ... terangsang kalau membayangkan kamu bermain dengan wanita lain, kamu pernah dengar MFF?”Rian membeku. “Hah?”“Bukan karena aku tidak cinta,” lanjut Kirana cepat. “Justru karena terlalu cinta. Aku ingin memiliki kamu sampai level yang ekstrem. Aku ingin melihat kamu ... memakai wanita lain di depan mataku. Lalu setelah itu kamu kemba
Última actualización : 2026-08-21 Leer más