Pernyataan Pak Sentot lewat interkom bagaikan dentuman meriam yang memutus pagutan panas di antara mereka. Mata Kirana membelalak seketika, namun bukannya panik, wanita itu justru menyunggingkan senyum misterius.Sebaliknya, Rian nyaris melompat dari tempatnya berdiri dengan wajah pucat pasi."Waduh, Gusti! Tuan rumahnya pulang?!" batin Rian berteriak histeris, badannya gemetaran seketika."Mampus aku! Kalau tertangkap basah begini, bukan cuma gak dapet kerjaan aja, bisa-bisa badanku dijadiin adonan semen!"Rian buru-buru memundurkan langkah, berniat mencari pintu keluar atau jendela untuk melompat.Namun, dengan gerakan secepat kilat, tangan mulus Kirana mencengkeram pergelangan tangan tegap Rian.Wanita itu menarik Rian secara paksa menuju ke sudut ruangan, mengabaikan kepanikan sang pelayan muda."N-Nyonya, saya harus kabur lewat mana?!" bisik Rian setengah tercekik, napasnya memburu kencang."Jangan bodoh, semua pintu luar dijaga satpam," bisik Kirana serak tepat di depan
Last Updated : 2026-06-23 Read more