Saat tinta emas itu mengering di atas kertas, Kirana memejamkan matanya sejenak.Bayangan masa lalu seketika berputar di benaknya, saat Bima Dirgantara menghina keluarganya, menyiksanya secara mental, selingkuh di belakangnya, dan menganggap Kirana hanyalah barang pajangan yang bisa dibuang sesuka hati. Kini, perusahaan yang dibangun oleh keluarga Bima selama puluhan tahun secara resmi telah rata dengan tanah dan seluruh nama kebesarannya berpindah penuh ke dalam genggaman tangan Kirana!Kirana membuka matanya, menatap Rian yang duduk di sampingnya.Rian meraih pulpen emas berikutnya, membubuhkan tanda tangan resminya sebagai pemilik saham pengendali utama Holding. Begitu Rian meletakkan pulpen itu, seluruh jajaran direksi, menteri, dan wartawan berdiri memberikan standing ovation yang menggelegar!"Selamat, Ibu Kirana! Selamat, Tuan Muda Rian!" seru para wartawan sambil terus mengambil gambar.Kirana menatap kamera-kamera yang menyorotnya, lalu menyunggingkan senyum paling dingi
Última actualización : 2026-08-27 Leer más