Mag-log inBagi Rian Nugraha, bekerja di mansion mewah Surabaya adalah satu-satunya cara menyelamatkan kuliahnya. Namun, ia justru terjebak dalam obsesi berbahaya Nyonya Kirana, sang majikan cantik yang kesepian akibat diabaikan suaminya, Tuan Bima. Dari teror foto bersilang lipstik merah hingga malam pertama yang panas di kamar utama, Rian terlanjur melanggar batas suci kasta pelayan dan majikan.
view moreEvelyn menahan napasnya. Kehangatan tubuh tegap Rian dan bau harum alkohol mahal bercampur aroma jantan Rian membuat persendian kakinya lemas seketika."T-The Phantom Syndicate telah memaksa fasilitas pelabuhanku di Pulau Bintan untuk mencetak koin-koin itu selama tiga tahun terakhir," bisik Evelyn jujur, air mata kecemasan tergenang di pelupuk matanya. "Dan sejam yang lalu ... jaringan intelijenku mendeteksi bahwa tim pembunuh nomor satu mereka, The Ghost Cadre, baru saja meluncur menuju Bintan. Mereka tahu Anda melacak koin ini! Mereka bermaksud membantai Anda dan seluruh orang di fasilitas itu malam ini!"Kirana berdiri dari sofanya, menatap Evelyn dengan pandangan penuh perlindungan. "Mereka mencoba menggunakan Bintan sebagai kuburan untuk kita."Rian menyunggingkan senyum tipis, sebuah senyum sarat dominasi yang sangat memikat sekaligus mengerikan. Jemari tegap Rian mendadak melayang maju, memegang dagu halus Evelyn, lalu mendongakkan wajah cantik wanita Singapura itu."T-Tua
Fajar merah menyingsing di ufuk timur Makau, memancarkan cahaya yang memantul di kaca-kaca The Venetian Penthouse.Di atas ranjang King Size, Kirana dan Lin Xia tertidur lelap sambil memeluk tubuh Rian, wajah cantik mereka memancarkan kepuasan absolut.Rian Nugraha yang sudah mengenakan jubah mandi berdiri menatap ke luar jendela kaca. Luka di bahunya berdenyut pelan, tapi hatinya merasa tenang karena telah membalas dendam secara tuntas.Namun, ketenangan itu seketika pecah saat Mayor Siska Indrawan melangkah masuk dengan wajah pucat dan sangat tegang. Siska membawa sebuah kotak kecil berbahan beludru hitam."Tuan Rian,” bisik Siska, suaranya bergetar. Hal yang jarang sekali terjadi pada perwira taktis berdarah dingin tersebut. "Valerie dan tim kami membongkar brankas rahasia terdalam milik Lord Shen pagi ini. Kami menemukan ini."Siska membuka kotak beludru tersebut.Di dalamnya, tergeletak sebuah kepingan logam kuno berwarna perak kehitaman. Kepingan itu bukan emas atau uang.
Pukul lima pagi.Di lantai teratas The Venetian Macau Penthouse, salah satu suite super mewah yang kini telah jatuh ke tangan Adiguna Corp, suasana ketegangan telah berganti menjadi keheningan yang intim dan menghanyutkan.Di dalam kamar mandi raksasa berdinding kaca yang menghadap ke arah gemerlap lampu malam Cotai Strip, sebuah jacuzzi bundar berlapis marmer memancarkan uap air hangat beraroma minyak esensial lavender dan cendana.Rian Nugraha duduk bersandar di dalam jacuzzi. Luka di bahunya telah dibersihkan, dijahit ulang, dan diperban dengan perban kedap air khusus oleh tim medis. Rasa lelah, nyeri, dan sisa adrenalin pertarungan berangsur luruh oleh kehangatan air yang meresap ke dalam otot-otot tubuhnya.Pintu kaca kamar mandi terbuka pelan.Kirana Pratama dan Lady Lin Xia melangkah masuk. Pemandangan di hadapan Rian sanggup menghentikan detak jantung pria mana pun. Kedua wanita itu telah melepaskan gaun malam mereka, melangkah mendekati jacuzzi hany
Lord Shen panik. Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur di dahinya. Kehilangan sepuluh miliar Dolar dan seluruh kekuasaannya berarti ia adalah mayat hidup di dunia mafia Makau."TIDAK! KAU CURANG!" teriak Lord Shen gila. Pria itu menekan sebuah tombol merah tersembunyi di bawah meja.BZZZZZT!Pintu lapis baja ruangan VIP itu mendadak tertutup rapat dan terkunci secara mekanis! Kaca anti-peluru tebal turun menutup akses keluar! Dari celah ventilasi di atas, asap putih tipis berbau almond pahit mulai mendesis keluar."BUNUH NUGRAHA! POTONG KEPALANYA!" teriak Shen kepada lima belas pengawal bayarannya yang langsung menarik parang Machete dan pistol dari balik jas mereka. "Biar kita semua mati di dalam sini! Aku tidak akan menyerahkan Makau!"Ketegangan dag-dig-dug meledak dalam hitungan detik!Rian Nugraha bergerak lebih cepat dari nalar manusia! Sebelum pengawal terdepan sempat menarik pelatuk pistolnya, Rian menendang ujung bawah meja judi seberat






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu