Napas Reyhan yang memburu terasa begitu hangat, menyapu permukaan bibir Kiara.Gadis itu memejamkan mata.‘Mungkin dia cuma akan berbisik sesuatu,’ pikirnya.Namun, dugaannya meleset total.Alih-alih menghindar, jari-jari kokoh Reyhan yang menangkup rahangnya justru memberikan sedikit tekanan, mendongakkan wajah gadis itu lebih tinggi.Detik berikutnya, Reyhan menghapus sisa jarak di antara mereka dan mendaratkan bibirnya tepat di atas bibir Kiara.Mata Kiara seketika terbelalak lebar.‘Gila! Dia beneran—.’Waktu seolah berhenti berdetak di ruang audisi yang hening itu.Sentuhan Reyhan awalnya terasa menuntut, sejalan dengan emosi kelam karakter protagonis pria yang sedang ia perankan.Namun perlahan, ciuman itu berubah menjadi pagutan yang lembut yang memabukkan, seolah pria itu dengan sengaja menyalurkan hasrat tersembunyinya.Tubuh Kiara menegang kaku. Otaknya mendadak mati keping. Ia tidak bisa berpikir, tidak bisa meronta, dan tanpa sadar hanya bisa meremas lengan kemeja Reyh
آخر تحديث : 2026-08-29 اقرأ المزيد