Ssst, Tuan Presdir, Ada Wartawan Di Luar!

Ssst, Tuan Presdir, Ada Wartawan Di Luar!

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-07-25
Oleh:  Donat MblondoOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
9Bab
14Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Mati dikhianati mantan tunangan dan aktris selingkuhannya? Kiara Larasati menolak mengulang kebodohan yang sama! ​Kembali ke malam di mana ia dijebak, Kiara menerobos masuk ke kamar hotel Reyhan Dirgantara, CEO paling ditakuti di negara ini. Saat wartawan bayaran mantannya menggedor pintu, Kiara justru menempelkan tubuhnya pada sang Presdir. ​"Ssst, Tuan Presdir... jika Anda bersedia sembunyikan aku, aku akan memuaskan ambisimu." ​Sebuah kontrak iblis ditandatangani. Kiara menggunakan kekuasaan Reyhan untuk menampar wajah orang-orang yang dulu menghancurkannya. Mantan menyesal sampai berlutut? Si aktris selingkuhan menangis darah? Itu baru permulaan! ​Masalahnya, Reyhan Dirgantara ternyata lebih berbahaya dari sang mantan. Pria itu tidak hanya menginginkan kesetiaan Kiara di depan kamera, tapi juga dominasi mutlak di balik pintu yang terkunci!

Lihat lebih banyak

Bab 1

1. Cengkeraman yang mendebarkan

​​"Siapa yang mengirimmu?!"

​Sebuah tangan besar mencengkeram leher Kiara. Tarikannya begitu kuat dan cepat sehingga punggung gadis itu membentur dinding dengan keras.

​"Pembunuh? Pesaing bisnisku? Atau kau wanita sewaan yang ditugaskan untuk membuat skandal?" ujar sosok siluet pria bertubuh tegap itu lagi.

​Belum genap satu jam yang lalu, Kiara mati kedinginan di tengah hujan aspal jalanan. Ia tewas setelah mantan tunangannya, Julian, dan aktris selingkuhannya merampas semua harta warisannya.

​Namun saat membuka mata, ia justru terlahir kembali ke lima tahun lalu, tepat saat Julian baru saja menjadi salah satu sutradara yang sedang naik daun menjebaknya di kamar hotel bersama pria hidung belang.

​"Jawab pertanyaanku!" ancam pria di depannya dengan suara rendah yang mematikan. Jari pria itu semakin menekan leher Kiara.

Kiara baru saja memukul pria bayaran Julian hingga pingsan, lalu kabur dengan gaun malam yang robek. Ia sempat menyambar ponselnya sebelum kabur.

Karena tidak ada jalan lain, ia terpaksa menerobos masuk ke kamar penthouse VVIP ini secara acak, untuk bersembunyi dari puluhan wartawan yang disewa Julian.

Sialnya, kamar yang ia pilih justru milik pria paling berbahaya di industri hiburan.

​Kiara sangat mengenali aroma parfum maskulin bercampur tembakau ini. Pria yang mencekiknya di dalam kegelapan ini adalah Reyhan Dirgantara.

​Sosok penguasa industri hiburan yang paling ditakuti, Presiden Direktur Starlight Entertainment.

​Wanita berusia dua puluh enam tahun itu perlahan mengangkat tangan dan menyentuh punggung tangan Reyhan. Sentuhan itu membuat tangan besar Reyhan sedikit tersentak kaget.

Tatapan Reyhan turun ke arah bibir Kiara, menyoroti kerentanan fisiknya di dalam balutan gaun yang robek.

​"Maaf mengganggu ketenangan Anda, Tuan Reyhan Dirgantara. Kalau saya datang untuk membunuh Anda, saya tidak akan masuk lewat pintu depan," jawab Kiara dengan suara yang sangat tenang.

​Cengkeraman Reyhan di lehernya perlahan mengendur. Pria itu tampaknya terkejut mendengar keberanian sang tamu tak diundang.

“Saya hanya ingin numpang bersembunyi,” ujar Kiara, berusaha menjaga suaranya agar tidak terdengar gemetar. “Sebagai gantinya … saya bisa memberikan sesuatu yang mungkin membuat Anda tertarik.”

Dengusan sinis terdengar dari pria di hadapannya.

Reyhan lalu mengulurkan tangan dan menyalakan lampu dinding kecil di samping tempat tidur. Cahaya redup perlahan menerangi ruangan sekaligus menampakkan wajah tampannya yang sejak tadi tersembunyi dalam gelap.

Kiara refleks menahan napas. Wajah dengan tatapan dingin itu, bahkan setelah bertahun-tahun, dia masih mengingatnya dengan sangat jelas.

Reyhan yang diingatnya dari kehidupan sebelumnya jauh lebih mengerikan daripada pria yang sekarang berdiri di hadapannya. Pria yang tidak mudah percaya pada siapa pun, apalagi pada seorang wanita asing yang tiba-tiba masuk ke kamarnya tengah malam dalam keadaan berantakan seperti dirinya.

Tatapan Reyhan turun perlahan, memperhatikan penampilan Kiara yang kacau. Rambutnya berantakan, napasnya belum sepenuhnya teratur, sementara pakaian yang dikenakannya sudah tidak serapi ketika pertama kali meninggalkan rumah.

“Ribuan orang mencari alasan untuk mendekatiku setiap hari,” ujar Reyhan dingin. “Kau pikir aku akan percaya begitu saja?”

Kiara menelan ludah. Dia tahu pria ini tidak akan percaya. Tapi masalahnya, dia juga tidak punya banyak waktu. Di luar sana, orang-orang yang mengejarnya masih mencarinya dan kalau dia keluar dari ruangan ini sekarang, dia tahu persis apa yang akan terjadi.

Kiara menarik napas dalam-dalam, lalu memaksa dirinya mengangkat wajah. “Kalau begitu … saya bisa memberikan informasi yang jauh lebih berharga.”

Tatapan Reyhan kembali tertuju padanya.

“Saya tahu siapa orang yang selama ini menggelapkan dana produksi film terbesar perusahaan Anda,” lanjut Kiara dengan tegas.

Saat itu juga, ekspresi Reyhan sedikit berubah. Tatapannya menjadi lebih tajam, seolah sedang memastikan apakah wanita di depannya benar-benar tahu apa yang baru saja diucapkannya. 

Kiara kembali bersuara. “Saya tahu namanya. Saya bahkan tahu bagaimana dia melakukannya.”

Reyhan tidak langsung menjawab. Wajahnya kembali tenang, tetapi tatapannya tidak pernah lepas dari Kiara.

“Beri aku alasan untuk percaya bahwa kau tidak sedang mengarang cerita,” ujar Reyhan akhirnya.

Kiara menggigit bibirnya. Ia memang tahu siapa pelakunya dan bagaimana semuanya akan terbongkar, tetapi sebagian besar bukti itu baru akan muncul beberapa waktu lagi. Bahkan di kehidupan sebelumnya, ia tidak pernah memegang dokumen tersebut secara langsung.

Sial. Seharusnya ia memikirkan hal ini sebelum datang.

“Tiga puluh detik,” ucap Reyhan dengan nada dingin. “Buktikan kalau informasi yang kau bawa memang layak membuatku melindungimu. Kalau tidak, kau keluar dari ruangan ini.”

Kiara menelan ludah. Waktu terus berjalan, sementara dari balik pintu suara para wartawan mulai terdengar semakin jelas.

“Coba cek kamar sebelah!”

“Tidak ada. Mungkin dia naik ke lantai atas.”

Mereka belum menemukan kamar ini, tetapi pencarian itu membuat Kiara semakin gelisah. Ia tidak mungkin membuka semua kartu yang dimilikinya, apalagi menjelaskan bahwa pengetahuannya berasal dari kehidupan sebelumnya.

“Dua puluh detik,” Reyhan kembali mengingatkan.

Kiara menatap pria itu. Wajah Reyhan masih tenang, seolah tidak ada belasan wartawan yang sedang menyisir lantai tempat mereka berada.

Sementara dirinya justru semakin panik.

Apa yang harus dilakukannya?

Tap... tap... tap...

Langkah kaki terdengar dari luar, kali ini jauh lebih dekat.

Kiara kembali menatap Reyhan. Pria itu jelas tidak akan memberinya kesempatan kedua.

Sial.

Tanpa sempat berpikir panjang, Kiara maju dan mengecup bibir Reyhan.

Pria itu seketika terdiam.

Namun, belum sempat keduanya menyadari apa yang terjadi, tiba-tiba—

BRAK!

Suara pintu didobrak membuat Kiara dan Reyhan tersentak. Kiara sontak menarik diri dan bersembunyi di balik tubuh besar Reyhan ketika beberapa wartawan langsung menyerbu masuk sambil membawa kamera.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
9 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status