Bab 43Di sudut ballroom yang tidak terlalu ramai, Ervin merangkul mesra pinggang ramping istrinya dengan erat, seolah menegaskan kepemilikan mutlak di depan umum. Sejak kehadiran Belviana di dalam hidupnya, hari-hari yang ia lalui terasa jauh lebih berwarna, bermakna, dan penuh dengan kehangatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.“Sayang, bagaimana kalau malam ini kita menginap dan tinggal di hotel ini saja untuk satu malam?” usul Ervin tiba-tiba, menatap lekat paras ayu sang istri.“Kenapa mendadak ingin menginap di sini, Yank?” tanya Belviana dengan dahi sedikit berkerut, merasa bingung dengan ide suaminya yang terkesan tiba-tiba.Bukannya menjawab dengan serius, pria tampan itu malah tersenyum cengengesan di depan Belviana. Ia memajukan wajahnya, lalu berbisik nakal tepat di dekat daun telinga istrinya. “Kamu hari ini cantik banget, Sayang. Aku jadi pengen cepat-cepat pulang ke kamar dan kelonin kamu sekarang juga.”Tap!Belviana secara refleks menepuk pelan lengan kekar sua
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-07-14 อ่านเพิ่มเติม