Gerakan Rafael sedikit bertambah cepat."Aww... emh... Pak..."Sarah kembali menggigit bibir."Pelan sedikit...""Kalau terlalu pelan, nanti lebih lama. Kamu sanggup?"Sarah menggeleng kecil."Saya... saya sudah berusaha menahan."Rafael tersenyum tipis."Kamu memang gampang panik, ya?""Sepertinya begitu, Pak.""Pantas belum apa-apa sudah tegang."Pipi Sarah langsung memerah. Ia buru-buru mengalihkan pandangan, namun entah kenapa tubuhnya justru terasa semakin panas. Bukan hanya karena rasa sakit di kakinya, ada sesuatu yang berbeda. Cara Rafael menyentuhnya, meski hanya untuk mengobati, terasa begitu hati-hati, begitu lembut. Dan itu membuatnya semakin tidak tenang. Belum pernah ia sedekat ini dengan seorang laki-laki selain suaminya, apalagi suaminya sangat kasar dan pemarah. Sementara Pak Rafael sangat berbeda, laki-laki itu sedang berjongkok tepat di hadapannya dan memijatnya dengan lembut.Rafael kembali memijat. Ia menekan sisi pergelangan kaki Sarah dengan ibu jarinya."Aah...
최신 업데이트 : 2026-06-24 더 보기