"Pak! Apa yang Bapak lakukan?!" Suara Sarah pecah di tengah keheningan kamar.Ia spontan mundur beberapa langkah hingga tumitnya membentur sisi lemari. Napasnya memburu, naik turun tak beraturan. Jemarinya mengepal begitu erat di sisi tubuh hingga buku-buku jarinya memutih. Wajahnya memerah, bukan lagi karena gugup, melainkan karena perasaan yang bercampur aduk—terkejut, malu, bingung, sekaligus terluka.Manik matanya yang bening mulai dipenuhi air. Berkali-kali ia mencoba menahannya agar tidak jatuh. Namun semakin ia berusaha menguasai diri, dadanya justru semakin sesak."Saya memang cuma pembantu di rumah ini, Pak..." Suaranya bergetar."Tapi bukan berarti Bapak bisa memperlakukan saya seenaknya."Sarah menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Ada harga diri yang terasa seperti baru saja diinjak tanpa sengaja. Selama ini ia menjaga sikap, menjaga jarak, bahkan menjaga pikirannya agar tidak pernah melampaui batas antara majikan dan pembantu. Namun dalam satu kejadian, seluruh batas yang i
最終更新日 : 2026-07-07 続きを読む