Melihat situasi itu, sahabatku, Chloe Hardana, ikut mendekat dan menggandeng lenganku. Wajahnya penuh rasa bersalah."Rosa, aku tahu kau nggak bisa menerimanya dalam waktu singkat. Tapi kau nggak bisa punya anak. Daripada melahirkan dari wanita lain, lebih baik biar aku saja.""Kau pernah bilang, apa yang menjadi milikmu juga milikku.""Sejujurnya, lima tahun lalu, pada malam setelah kau mengucapkan kata-kata itu, aku sudah bersama Evans."Aku terpaku di tempat.Lima tahun lalu, pada hari pernikahanku dengan Evans, Chloe hadir sebagai pendamping pengantin.Di tepi pantai, kami pernah berjanji untuk saling menemani seumur hidup.Saat itu, Chloe terlilit utang, aku dengan murah hati memberikan maharku untuk melunasi utangnya.Dia berkali-kali menolak. Agar Chloe mau menerimanya, aku hanya bisa berkata bahwa apa yang menjadi milikku juga miliknya.Tidak kusangka, malam itu juga dia justru tidur dengan pria yang paling kucintai.Seluruh isi tubuhku serasa membeku. Aku sampai lupa bagaimana
Read more