Cup! Devan menempelkan bibirnya di atas bibir Citra. Lalu bergerak perlahan, menyesap dan meraup bibir ranum Citra. Jarinya yang berada di pinggang Citra meremasnya pelan, seiring bertambahnya ritme ciumannya. Citra awalnya diam membeku, hingga akhirnya dia membalas ciuman Devan. Karena sekarang dia pun sepertinya sudah mulai kecanduan dengan tubuh kekar Devan. Suara decapan lidah yang beradu dan suara pendingin ruangan yang menderu memenuhi ruang kamar Devan. Kaki Devan membawa langkahnya menuju ranjang king size tanpa melepas pagutan bibir mereka. Langkahnya pelan namun pasti. Devan merebahkan tubuh ramping Citra, mengurungnya dengan pagar tubuhnya sendiri. Dia menarik diri beberapa sentu, melepas pagutan bibir mereka, membuat benang saliva tercipta di antara bibir mereka. Matanya memandang wajah Citra dengan seksama. Wajah putih bersih, bulu mata panjang, hidung mancung, dan bibir merahnya yang sedikit bengkak, membuat penampilan Citra sangat cantik. "Cantik," gumam
Last Updated : 2026-09-20 Read more