"Kita lakukan lagi. Tapi janji jangan lakukan itu lagi padaku." Setelah berkata begitu, Devan kembali menyambar bibir ranum Citra, menyesapnya dalam dan kuat. "Hmmphh..." Di dalam otak cerdas Citra, dia mulai mempertanyakan janji apa yang dia ucapkan untuk Devan. Dia merasa tak pernah berjanji apapun. Ucapan Devan sungguh tak bisa dimengerti Citra. Akan tetapi semua pertanyaan, kejanggalan, dan teka teki yang ada di dalam kepala Citra seketika sirna, digantikan oleh badai gairah yang memuncak. Entah bagaimana kini mereka sudah sama-sama tak mengenakan sehelai benang pun. Badai hasrat dan gairah sudah memenuhi seisi kamar. Desahan merdu dan lembut Citra menjadi pengisi kesunyian malam. Geraman berat dan rendah Devan menjadi alunan musik yang menyamai irama desahan Citra. "Ahh... Ahh... Ahh..." "Apakah kamu menyukainya?" tanya Devan, menatap Citra dari atas. Pinggulnya terus bergerak maju mundur, menumbuk inti tubuh Citra dengan ritme yang pas. Tidak pelan, juga tidak c
Last Updated : 2026-09-02 Read more