'Sebenarnya apa yang terjadi pada Devan?' batin Citra bertanya. Setelah kembali dari ruangan Devan tadi, Citra terus memikirkan penyebab yang membuat Devan menjadi seperti itu. Ada kekecewaan, ketakutan, dan tekad untuk mempertahankan sesuatu di matanya. "Ck..." Citra berdecak ringan, punggungnya dia sandarkan di sandaran kursi kerjanya dengan kasar. Kepalanya mendongak, sedangkan matanya terpejam. Otak cerdasnya sedang berpikir, jika ingin mengungkap semuanya, dia harus meminta tolong pada seseorang yang telah lama bersama Devan. Seseorang yang tahu kehidupan Devan jauh sebelum dirinya datang. “Siapa?” gumamnya. Jari Citra mengetuk meja dengan ketukan ritme yang terdengar pas. Johan? Tidak! Citra langsung mencoret nama itu dalam pikirannya. Johan terlalu loyal kepada Devan. Kalau dia bertanya sesuatu yang bersifat pribadi, pria itu pasti akan berpikir berkali-kali sebelum menjawab. Lalu siapa? Citra kembali berpikir, dari Mommy, Daddy, Nenek, hingga sampai sa
Last Updated : 2026-09-06 Read more