“Baik, Kak. Kalau begitu a—” KLIK! Ucapan Kaila terpotong saat suara pintu ruangan Devan terbuka dari luar. Citra masuk sambil membawa beberapa dokumen di tangannya. Namun baru beberapa langkah, langkahnya langsung terhenti. Matanya tertuju pada Kaila yang masih berdiri di dalam ruangan Devan. Kaila? Kenapa dia masih berada di sini? Tidak! Lebih tepatnya, kenapa dia ada di ruangan Devan? Citra kemudian mengalihkan pandangannya kepada Devan. Dan seketika firasat buruk muncul dalam dirinya. Tatapan pria itu sangat dingin. Rahangnya mengeras, seolah sedang menahan sesuatu yang membuat emosinya naik. Akan tetapi wajahnya masih terbalut topeng tenang. Sepertinya baru saja terjadi sesuatu. Citra menelan ludah, menatap keduanya dengan bingung. “Ada apa?” Kaila menoleh kepada Devan, kemudian kepada Citra. Senyum manis kembali terpasang di wajahnya. "Kalau begitu aku pulang dulu, Kak.” Devan hanya mengangguk singkat. Tanpa menatap Kaila balik, sorot matanya masih tertuju pada Citra
Last Updated : 2026-08-28 Read more