Citra menunduk menatap mata Devan yang sayu akibat gejolak hasrat. Mulut Citra diam sesaat. Bolehkah dia menolak? Namun kontrak mengharuskannya melahirkan pewaris, jadi mungkin tempat baru dan situasi baru bisa jadi dorongan agar dia cepat hamil! Pikiran naif dan polos Citra berpikir demikian, lalu dia mengangguk malu-malu sebagai jawabannya. Tanpa membuang waktu lagi, Devan membuka kancing kemeja Citra dengan satu tangan, gerakannya sangat luwes dan lihai. Tangannya menurunkan bra Citra, hingga kedua gundukan indah dan besar Citra menyembul keluar. Mulut Devan meraup dan menghisap puncak kecil merah muda sebelah kanan, dan tangan kirinya menangkup dan memberi remasan keras di payudaranya yang menganggur. "Uhh... Mmphhh!" Citra memejamkan matanya seraya menjambak rambut belakang Devan, akibat hisapan dan remasan Devan yang sangat nikmat. Tangan kiri Devan turun ke paha Citra, dan menyingkap roknya sempai sebatas pinggang, tangannya pun turun ke pangkal paha Citra sampa
Last Updated : 2026-08-15 Read more