Namun, dia sama sekali tidak peduli, melainkan justru membalas ciumanku dengan makin bergairah. Lidahnya yang lembut dengan aktif menyelinap masuk ke dalam mulutku, saling membelit.Kami bagaikan dua ekor binatang yang sedang dilanda berahi, saling melumat satu sama lain dengan liar demi meluapkan gairah yang sudah lama terpendam.Entah berapa lama waktu berlalu, kami akhirnya saling melepaskan tautan dengan napas yang terengah-engah.Bibirnya tampak bengkak kemerahan dengan tatapan mata yang sayu, sementara wajahnya merona padam karena gairah yang memuncak."Ke kamar tidur," ucapnya dengan suara serak.Aku menggendongnya, lalu melangkah lebar menuju kamar tidur.Kali ini, tidak ada Burhan, tidak ada polisi.Hanya ada kami berdua.Aku mengempaskannya ke atas ranjang yang empuk, setelah itu menanggalkan pakaianku satu demi satu, memperlihatkan tubuhku yang tegap dan kekar.Dia pun ikut bekerja sama, melepas selembar pakaian terakhir yang menutupi tubuhnya.Kami saling berhadapan tanpa s
Read more