“Lepaskan!” Suara Silvia terdengar dingin disertai nada tegas. Tubuhnya refleks menegang ketika dua telapak tangan tiba-tiba menutup kedua matanya dari arah belakang. Berkas-berkas kerja sama yang baru saja ia rapikan hampir terjatuh karena rasa terkejut yang begitu mendadak. Ruangan yang sebelumnya dipenuhi kesibukan kini mulai lengang. Para tamu telah pulang, para staf sedang membereskan perlengkapan acara, sementara Silvia masih bertahan menyelesaikan pekerjaannya. Karena itu, sentuhan tiba-tiba itu membuat jantungnya berdetak jauh lebih cepat. Terdengar suara tawa kecil yang begitu akrab. “Hei, galak sekali. Baru juga bercanda.” Orang itu terkekeh pelan sebelum akhirnya melepaskan kedua tangannya dari wajah Silvia. Silvia segera membalikkan tubuhnya dengan wajah waspada. Namun sesaat kemudian ia mengembuskan napas panjang sambil memegang dadanya yang masih berdebar. “Ternyata kamu, Leon.” Ada nada lega yang begitu jelas dalam ucapannya. Dia pikir itu Hans, atau komplotann
Última atualização : 2026-08-06 Ler mais