**Mobil *sport* perak milik Tristan berhenti tepat beberapa meter di depan gerbang besi menjulang tinggi milik kediaman Thorne Enterprises. Mesin mobil yang bertenaga besar itu kini menderu halus, memecah keheningan kompleks perumahan elite yang kaku tersebut.Vivienne menatap ke luar jendela, memandangi bangunan megah yang selama ini terasa seperti penjara baginya. Sudut bibirnya terangkat tipis, menyunggingkan senyuman sinis. Namun, sebelum tangannya sempat menyentuh tuas pintu mobil, sebuah lengan kekar menarik pelan bahunya."Mau langsung pergi begitu saja?" tanya Tristan, suaranya rendah dan dalam, sarat akan tuntutan yang egois namun manja.Vivienne menoleh, menaikkan sebelah alisnya demi menatap wajah tampan sang putra mahkota yang kini tengah menatapnya lekat. "Lalu? Aku harus apa lagi, Tuan Muda Vance? Kamu sendiri yang bilang jam sepuluh harus menemui Daddymu di perusahaan cabang, kan?""cium dulu, dong," tuntut Tristan tanpa ragu, memajukan sedikit wajahnya dengan pandanga
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-07-06 อ่านเพิ่มเติม